Kawasan Industri

KAWASAN INDUSTRI


KAWASAN INDUSTRI SENTOLO

 

Kecamatan Sentolo direncanakan sebagai kawasan Industri Provinsi DIY. Dengan luas lahan yang difasilitasi Pemerintah Daerah Kulon Progo sebesar 72 - 200 Ha yang terletak di desa Tuksono Kecamatan Sentolo. Tujuan Proyek : 

 

 

  1. Meningkatkan kerjasama antara pemerintah dengan swasta, swasta dengan swasta, serta pemerintah dengan pemerintah.
  2. Menyediakan pelayanan yang lebih baik kepada calon investor.
  3. Menyediakan infrastruktur yang memadai untuk kegiatan bisnis.
  4. Meningkatkan penanaman modal.
  5. Meningkatnya lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran.
 

KAWASAN INDUSTRI BAJA

Dengan adanya proyek penambangan Pasir Besi yang sudah memasuki masa konstruksi pabrik penambangan selama 3 tahun dengan luas area 200 Ha, Pada tahun 2012 Kementrian Perindustrian menginisiasi penyusunan master plan kawasan industri baja, hal ini dimaksudkan pada saat produksi pertambangan beroperasi secara komersial maka diharapkan kawasan industri baja sudah dapat direalisasikan.

Luas kawasan yang direncanakan kurang lebih 2000 Ha, meliputi Kecamatan Galur, Lendah dan Sentolo yang terintegrasi dengan Kawasan Industri Sentolo.

 

KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI 

 

Kawasan ini merupakan kawsan yang diutamakan untuk menampung kegiatan industri yang pematangan tanah dan penyediaan sarana sepenuhnya dilakukan oleh pengusaha kawasan industri.

 

a.   Industri Besar
Kawasan peruntukan industri besar di Kabupaten Kulon Progo direncanakan dengan kawasan meliputi:

  1. Kawasan Industri Sentolo dengtan luas kurang lebih 4.796 Ha di Kecamatan Sentolo dan Lendah.
  2. Kawasan Industri Temon di kecamatan Temon berupa industri bahari dengan luas kurang lebih 500 Ha.
  3. Kawasan peruntukan industri yang berada di Kecamatan Nanggulan dengan 700 Ha. Kawasan ini sebelumnya merupakan tanah kering (tegalan), yang nilai gunanya amat rendah, baik dari segi produktivitas maupun pajaknya. Didukung letaknya yang berada di tepi sungai Progo, maka masalah air dan limbah bagi suatu kegiatan industri sudah banyak dikurangi bebannya.

 

b.    Industri Kecil dan Mikro
Industri kecil dan mikro di Kabupaten Kulon Progo meliputi:

  1. Industri pengolahan pangan
    Pemanfaatan kawasan peruntukan industri pengolahan meliputi Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo dan Kalibawang.
  2. Industri sandang dan kulit
    Pemanfaatan kawasan peruntukan industri sandang dan kulit meliputi Kecamatan temon, Wates, Lendah, Sentolo, Nanggulan dan Kalibawang.
  3. Industri kimia dan bahan bangunan
    Pemanfaatan kawasan peruntukan industri kimia dan bahan bangunan meliputi Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang dan Samigaluh.
  4. Industri logam dan jasa
    Pemanfaatan kawasan peruntukan industri logam dan jasa adalah di Kecamatan Wates.
  5. Industri kerajinan
    Pemanfaatan kawasan peruntukan industri kerajinan meliputi seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo.

 

 

KAWASAN STRATEGIS BIDANG PERTUMBUHAN EKONOMI

 

Kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi antara lain adalah kawasan metropolitan, kawasan ekonomi khusus, kawasan pengembangan ekonomi terpadu, kawasan tertinggal serta kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.

 

Kawasan strategis di Kabupaten Kulon Progo:

  1. Kawasan strategis koridor yang menghubungkan Temon-Wates-Yogyakarta;
  2. Kawasan strategis ekonomi berada di Kecamatan Galur, Lendah dan Sentolo;
  3. Kawasan Industri Sentolo, meliputi :
    1.  
    Desa Banguncipto, Desa Sentolo, Desa Sukoreno, Desa Salamrejo, dan Desa Tuksono berada di Kecamatan Sentolo;
    2.
      Desa Ngentakrejo dan Desa Gulurejo berada di Kecamatan lendah.
  4. Kawasan Agropolitan, meliputi :
    1.
      Kecamatan kalibawang; dan
    2. 
    Kecamatan Temon.
  5. Kawasan Minapolitan dengan luas kurang lebih 7.160 Ha, meliputi :
    1. 
    Kecamatan Wates; dan
    2. 
    Kecamatan Nanggulan.